Wednesday, November 20, 2019

Belatung Dan Lintah Untuk Kebutuhan Medis Bisakah?

Apa yang anda bayangkan ketika melihat Belatung dan Lintah? Jijik Kotor dan mungkin seseorang akan takut. Tetapi Dua hewan itu di tercipta bukan hanya untuk di bayangkan saja! Beberapa ahli medis menggunakan ke Dua hewan itu untuk pengobatan. Simak ulasannya di bawah ini.


Belatung untuk membunuh bakteri dalam luka yang ter infeksi

Memang terdengar menggelikan bahkan melihatnya saja membuat mual, tetapi  tidak jarang seorang dokter melihat pasien tunawisma dengan infeksi kaki yang di penuhi Belatung. Setelah larva lalat tersebut di singkirkan ternyata lukanya menjadi bersih. Ternyata Belatung memakan jaringan mati dan hanya meninggalkan jaringan yang sehat.

Foto from liputan 6
Di Australia masyarakat Aborigin memakai metode ini untuk membersihkan luka, dan ketika perang pertama berlangsung, para tentara memanfaatkan hewan ini untuk merawat pasukannya yang Cedera.

Langkah ini terbukti ampuh dan dokter memang telah menggunakan makhluk kecil ini sebagai terapi untuk membersihkan luka yang membandel. Belatung steril lalat hijau Botol hijau (Lucilia Sericata), di gunakan untuk prosedur ini, yang di sebut terapi pembersihan dengan Belatung. Belatung (sekitar Lima sampai Sepuluh) di tempatkan pada satu sentimeter persegi Luka. Kemudian luka di tutup dengan pembalut atau pelindung yang memungkinkan pernapasan dan Belatung di biarkan sekitar dua sampai tiga hari untuk melakukan pekerjaannya. Belatung bukan saja memakan jaringan yang terkena infeksi, tetapi di percaya memgeluarkan bahan yang membunuh bakteri dan mempercepat penyembuhan luka.

Lintah untuk pencakokan kulit


Foto from cnn
Banyak Jenis lintah di dunia ini, bahkan anda dapat menemukannya di setiap Jenis habitat- termasuk spesies di Sahara yang tinggal dalam hidung unta, lintah yang tinggal di anus Badak dan yang berada di dalam gua yang menghisap darah kelelawar.

Dalam keperluan media lintah sedang populer kembali, tetapi bukan untuk memgeluarkan darah. Penggunaan lintah untuk oleh kedokteran sendiri di ketahui telah di lakukan sejak zaman dulu, sekitar tahun 1000 SM pengobatan dengan metode lintah ini di lakukan telah di lakukan, di India. Puncak ketenarannya terjadi pada abad ke sembilan belas. Hewan penyedot darah itu di gunakan untuk berbagai kondisi dengan landasan pemikiran bahwa darah membawa cairan jahat dan pengenceran darah akan menjuruskan ke kesehatan. Namun sekarang, dokter bedah Plastik dari berbagai belahan dunia menggunakan lintah sebagai alat untuk pembedahan pencakokan kulit dan perekatan kembali.

Lintah melakukan pekerjaannya dengan infeksi nghilangkan darah dari area cangkokan kulit atau bagian-bagian yang di rekat kembali dan meredakan sumbatan di pembuluh darah. Lintah Hirudo (Lintah Eropa) juga mengandung bahan kimia di dalam lendirnya yang bertindak sebagai bahan anti penggumpalan untuk mencegah penggumpalan darah. Area gigitan lintah tidak terasa nyeri karena mengandung bahan anestesi sendiri.


SHARE THIS

Author:

0 komentar:

Follow by Email