Friday, November 22, 2019

Ubi Jalar yang Menyehatkan

Tumbuh subur nya tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia, membuat negeri ini bukan hanya terkenal karena aneka ragam budaya dan keragaman hayati nya saja, melainkan dengan tumbuh nya tanaman alam yang sangat berkhasiat.


Ubi Jalar atau yang sering di sebut dengan ketela rambat adalah salah satunya, tanaman ini sering banyak kita temui di daerah pedesaan dan merupakan salah satu makanan pokok pengganti Nasi. Dagingnya ada yang berwarna putih, dan ada yang berwarna merah. Ubi jalar (Ipomeea Batatas) tidak tahan lama dan perlu di simpan di tempat yang kering dan dingin. Ubi jalar biasanya di olah dengan cara di kukus, di goreng, di rebus, di buat kolak, keripik, tepung dan masih banyak lagi olahannya.

Kandungan Gizi Ubi Jalar

Kandungan kalorinya mirip kentang, salah satu makanan sumber vitamin A adalah tumbuhan ubi jalar (yang berwarna merah dagingnya mengandung banyak berakaroten). Mengandung vitamin C dan vitamin E.

Dalam 100g ubi jalar ada kandungan tiamin (vitamin B) 0,09mg, vitamin B2 0,032mg,folat,pantothenic acid,energi 123 kkal,protein 2,7g,lemak 0,79g, mineral kalsium 30mg, fosfor 49mg, besi 4mg, dan belerang. Selain kandungan betakaroten dan vitamin A yang timnggi, ubi jalar banyak mengandung karbohidrat yang terdiri dari pati, gula, selulosa, hemiselulosa, pekton dan air.

Khasiat Ubi Jalar

Ubi jalar terbukti mengurangi buta pada anak balita, hal ini terungkap pada penelitian Dr. Muhilal dan para peneliti dari Puslitbang Gizi Depkes. Dilaporkan, bahwa, di kabupaten Jaya Wijaya, Irian Jaya, yang semula di duga mempunyai prevalensi xeroftalmia lebih dari 0,5 persen, ternyata tidak di jumpai satu kasus pun penyakit xeroftalmia. Xeroftalmia adalah suatu penyakit mata yang di sebabkan oleh kekurangan Vitamin A, berupa adanya bercak bitot dan bila tidak segera di obati dapat mengakibatkan kebutaan.

Menurut Muhilal, tidak di temukannya penyakit ini di kabupaten Jaya Wijaya di sebabkan oleh kebiasaan masyarakat lembah Balicm tersebut yang senang mengkonsumsi ubi jalar yang dagingnya merah dan daunnya yang masing masing mengandung betakarotenana dalam jumlah yang banyak. Satu porsi ubi rebur yang sedang berwarna kuning emas, sekitar 200g saja misalnya, mampu menyediakan betakarotena sekitar 5400 mikrogam, atau setara dengan 900 retional ekuivalen. Angka tersebut sudah jauh di atas angka kecukuoan vitamin A yang di anurkan.

Kadar betakarotena ubi jalar dapat di perkirakan dari warnanya, kecuali ubi jalar ungu, semakin kuat intensitas warna kuningnya, semakin besar pula kandungan beta karotennya. Kandungan betakarotena ubi jalar warna kuning merah ini adalah paling tinggi di antara padi-padian, umbi-umbian dan hasil olahannya. Perlakuan panas saat pemasakan menyebabkan retensi betakarotena menjadi 80-90%. Angka ini tidak di jumpai pada bahan makan pokok lainnya, seperti beras, singkong, jagung dan sagu.

Ubi jalar yang di goreng akan meningkatkan biovailabilty betajaritebabya, karena minyak berperan sebagai pelarut senyawa tersebut.  Di dalam tubuh, betakarotena menjadi lebih mudag du serap dan akan mengalami metabolisme lanjutan sekitar sepertiga dari betakarotena yang di serap kemudian di angkut oleh chylomicron dan sisanya akan di ekskresikan. Selanjutnya, betakarotena akan di ubah untuk beberapa fungsi.


  1. Fungi Pertama, yaitu sebagai prekursor vitamin A yang secara enzimatis berubah menjadi retinol (zat aktif vitamin A dalam tubuh). Dilaporkan bahwa konsumsi vitamin A yang selalu cukup dalam jangka waktu beberapa tahun, maka dalam hati akan tertimbun cadangan vitamin A yang dapat memenuhi kebutuhan sampai sekitar 3 bulan tanpa konsumsi vitamin A dari makanan. Vitamin A sangat berperan dalam proses pertumbuhan, reproduksi penglihatan, serta pemeliharaan sel sel epitel pada mata. Vitamin A juga sangat penting dalam meingkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadao serangan penyakit.
  2. Fungsi kedua, yaitu sebagai antioksidan yang kuat untuk menetralisir keganasan radikal bebas penyebab penuaan dini dan pencetuk aneka penyakit degeratif seperti kanker dan penyakit jantung. Jadi, hal ini juga akan meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit degeneratif.
  3. Fungsi ketiga adalah menghaluskan kulit dan menyehatkan mata. Hal ini sangat penting, terutama bagi wanita yang ingin berkulit halus dan memiliki kecantikan alami.
Umumnya, kalau orang makan ubi jalar, akan sering buang angin. Hal ini di sebabkan ubi jalar mengandung oligosakarida cukup banyak, sehingga akan menimbulkan flatulens, Namun hal ini tidak terlalu bermasalah karena oligosakarida bermanfaat untuk kesehatan, khususnya untuk mencegah konstipasi (sembelit).

Sumber : Buku Karangan Drs. Koes Irianto

SHARE THIS

Author:

0 komentar:

Follow by Email